Tampilkan postingan dengan label About Teh Tong Tji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Teh Tong Tji. Tampilkan semua postingan

20 November, 2007

Kejanggalan yang ditemukan pada teh Tong Tji

Setelah di survey ternyata teh tong tji ini memiliki warna merah selain warna hijau pada packaging produk ini. Menurut kementrian desain Indonesia untuk kemasan pangan, ternyata dominasi warna merah ini memiliki pengaruh terhadap peningkatan dari nafsu makan kita. Entah dapat dipercaya atau tidak teh Tong tji ini pun turut memakai warna merah tersebut. Dengan maksud menarik konsumen agar ketika melihat produk ini pun tergiur untuk mencicipi kenikmatan dari kekhasan rasa teh.

Ada sedikit kejanggalan yang ditemukan pada logo Tong tji. Teh tong tji mempunyai 3 logo, yaitu
ada yang memakai border dan daun teh, ada yang cuma dikotakin merah , dan ada pula logo yang sudah lumayan jaman dulu yang seharusnya dasar dari point of selling nya harus unity (menyatu) dengan arti warna yang dipakai memperhatikan produk yang sedang dijualnya memiliki hubungan.

Budaya teh Tionghoa

Minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa. Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 – 1333) oleh pengikut Zen.
Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen.
Selama abad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.
Meski saat itu belum bisa dibuktikan khasiat teh secara ilmiah, namun masyarakat Tionghoa sudah meyakini teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.
Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan buang air seni, menghambat diare, dan sederet kegunaan lainnya

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia

Teh Tong Tji Inovasi Produk Baru

SEMARANG- Persaingan pasar teh yang ketat, mendorong produsen teh Tong Tji mengembangkan berbagai inovasi sebagai strategi pemasarannya. Bila sebelumnya telah berhasil menjadi pelopor konter-konter teh siap saji di berbagai pusat perbelanjaan, kini perusahaan yang berpusat di Tegal itu meluncurkan produk Green Tea Jasmine.
Produk yang membidik segmen konsumen menengah ke atas ini mengedepankan khasiat kesehatan. Pengemasannya pun didesain secara higienis dan modern, berbeda dengan kemasan teh lainnya.
Josia Suharto, Koordinator Pemasaran Tong Tji, mengatakan peluncuran produk baru itu diharapkan kian mampu menguatkan pasar merek teh berlogo dua burung itu. Ia menargetkan pertumbuhan penjualannya mampu terdongkrak hingga 5%.
''Dengan situasi persaingan yang ketat, berapa pun angka pertumbuhan penjualannya sudah terbilang bagus,'' katanya kepada wartawan, Senin (4/9).
Meski dia menilai angka konsumsi teh di Indonesia masih rendah, potensi pasar produk ini cukup besar. Apalagi Indonesia dikenal sebagai produsen teh terbesar kelima di dunia.
Tak heran bila pengembangan produk-produk teh terus bermunculan untuk menjaring pasar. Umumnya, produk teh hijau yang dipasarkan berupa ekstrak dan dikemas siap saji dalam botol. Oleh karenanya Tong Tji mengambilnya sebagai peluang dengan menawarkan teh kering celup dengan menambah aroma melati.
Terkait dengan bidikan segmen pasar menengah ke atas, bukan berarti pemasarannya terbatas di supermarket kota-kota besar. Josia menjelaskan produknya dipasarkan merata, terutama di kota-kota Pulau Jawa. Sebelumnya, Tong Tji yang memiliki 30 item produk ini telah memasarkannya jenis premium, yang juga membidik pasar serupa. (H22-59 )

Teh Tong Tji Perluas Segmen Pasar

SEMARANG-Teh Tong Tji khususnya untuk produk siap saji terus memperluas pangsa pasar dengan membidik segmen baru. Jika selama ini, produsen teh asal Tegal ini banyak membuka konter di pusat keramaian dan mal-mal kini, mulai menggarap pesanan untuk pesta hingga seminar.
"Prospek di segmen ini sangat terbuka, mengingat kini minum teh sudah menjadi alternatif sajian pesta maupun acara rapat dan seminar," kata Hidayat, Supervisor Teh Tong Tji Semarang ditemui di sela-sela pameran di Wedding Expo di Hotel Horison, baru-baru ini.
Menurut penuturan Hidayat perluasan pasar ini juga dilandasi tingginya respons konsumen terhadap produk teh siap saji yang dipasarkan dengan konter khas teh ini yakni dengan cup.
Sajian yang juga dimodifikasi dengan teh dingin maupun hangat tersebut kini mudah ditemui di setiap sudut pusat perbelanjaan.
Disajikan Khusus
Tong Tji sendiri merupakan perusahaan yang kali pertama membuka konter siap saji di mal dan keramaian. "Padahal saat kita memulai membuka konter teh Tong Tji ini, banyak yang pesimistis, tetapi dengan keyakinan akhirnya bisa berkembang seperti sekarang ini," jelasnya tanpa menyebut jumlah konter.
Ia menambahkan untuk melayani pesanan pesta seperti ulang tahun, arisan maupun seminar tetap menggunakan konter yang sudah menjadi ciri produk ini. Hanya saja untuk pernikahan akan disajikan secara khusus menggunakan teko dan dituang dalam gelas, tidak menggunakan cup.
"Kami yakin respons juga akan bagus, apalagi saat ini tren minum teh juga berkembang. Selain itu, teh sangat bermanfaat untuk kesehatan," jelasnya.
Terkait dengan persoalan kesehatan ini, Hidayat mengungkapkan, pihaknya juga meluncurkan produk baru yakni Green Tea Jasmine. Produk ini diracik dari daun teh hijau pucuk pilihan dari perkebunan teh di puncak (Jawa Barat). "Proses pengolahan teh tanpa menggunakan bahan pengawet," tandasnya.(H22-59)

14 November, 2007

HARMONISASI WARNA TEH TONG TJI

Harmoni bisa didefinisikan sebagai susunan yang menarik dan menyenangkan, bisa terdapat dalam musik, puisi, dan warna.

Dalam dunia visual, harmoni merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dipandang karena terdapat keseimbangan didalamnya. Sesuatu yang tidak harmonis akan mengakibatkan suatu kebosanan ataupun kekacauan.

Seperti dalam kemasan Teh Tong Tji ini, terdapat keserasian dan keseimbangan warna kuning, hijau, merah, serta putih yang merupakan warna primer dan sekunder. Karena merupakan produk teh, maka penggunaan warna hijau di kemasan sangatlah tepat. Apalagi dengan kombinasi warna hijau dan kuning yang sangat kontras, sehingga dapat menarik perhatian konsumen yang akan membeli. Warna hijau dan kuning ini merupakan hubungan warna analogous, sehingga jelas terlihat harmonis.

Warna hijau pada kemasan juga kemungkinan memperoleh pengaruh dari lukisan masa Renaissance yaitu Giovanni Arnolfini and His Bride yang dilukis pada tahun 1434. Warna hijau pada lukisan tersebut melambangkan kesuburan wanita, sedangkan warna hijau pada teh Tong Tji melambangkan kualitas teh terbaik yang dipilih sebagai bahan baku.

Selain itu, merk Tong Tji tertulis dengan warna putih dalam bidang persegi panjang berwarna merah sehingga tingkat keterbacaan sangat baik dan mudah dibaca.

31 Oktober, 2007

Teh Cap 2 Burung

Nama perusahaan : Teh Cap Dua Burung
Alamat : Jl. A . Yani no. 17, Tegal - Indonesia
Telepon: 0283356200
Produk utama : Bubuk teh
Kontak : Tatang Budiono

Konsep Ready To Drink Teh Tong Tji

Kalau teh yang lain bikin kemasan botol, namun Teh Tong Tji membuat outlet kecil yang bisa dipindah2kan dengan produk minuman teh fresh (karena diseduh hari itu juga) yang bisa langsung diminum. Tong Tji membuat oang yang melihat langsung terkesima jika teh tong-tji punya ratusan outlet, tentunya mereka bisa menjual puluah ribu gelas teh. Tentunya cukup lumayan untuk mencuri market share Teh Botol.

Harga Teh Tong-Tji ready to drink tidak murah juga. Paling murah Rp 3.000, paling mahal Rp 5.000. Jika dilihat komponen termahal selain teh nya adalah kemasannya. Kemasan Teh Tong TJi ready to drink adalah kemasan plastik seperti kalau kita beli jus, versi murah dari kemasan starbucks. Kurang lebih harganya di atas Rp 500, bahkan mungkin Rp 1.000. Strategi membuat outlet eh tong tji sendiri juga sangat menarik, tetapi harganya yang Rp 3.000 sulit untuk bersaing dengan teh-botol yang bisa dijual eceran dengan harga Rp 2.000-2.500. Hal ini menyebabkan outlet Teh Tong Tji harus diletakkan di mall yang konsumen nya less-sensitive harga. Mall yang dituju bukan mall kelas satu karena branding teh Tong-Tji yang belum bisa masuk ke kelas atas, berbeda dengan teh 36 yang sudah established di mall kelas atas. Jika mereka bisa menurunkan kemasan setara dengan biaya 'distribusi dan nyuci botol' Teh Botol, ini akan jadi kasus yang menarik. Mereka dapat menjual sebagai 'fresh product', lebih sehat dan tailor made tea.

Jika harga Teh Tong-Tji bisa dijual di harga yang sama dengan Teh Botol, perangnya akan jauh lebih menarik. Kemungkinan teh Tong-Tji yang menang. Kita lihat saja seberapa cepat Teh Tong Tji bisa menguasai mall menengah bawah.

Teh Tong Tji vs teh lainnya

Dilihat dari kemasan, Tong Tji memiliki kemasan yang paling baik. Bahan yang dipakai bukan Cuma kertas HVS yang dilipat secara sederhana, melainkan semacam kertas dengan campuran aluminium foil, sehingga dari sisi perlindungan terhadap oksidasi, Tong Tji cukup baik.

Teh cap botol, dan 2 tang memiliki warna daun hijau tua dengan ukuran daun yang masih cukup besar, sedangkan Tong Tji warna tehnya hitam, tetapi ukuran daunnya lebih kecil,
dan cenderung banyak yang hancur. Dilihat dari campuran batang teh, Tong Tji sangat sedikit sekali tampak batangnya tehnya, cap botol ada sedikit campuran batangnya, tetapi kebanyakan adalah tangkai daun tua, cap 2 tang yang paling parah, karena batangnya selain paling banyak, ukuran batangnya yang dicampurkan juga besar-besar.


Untuk aroma melati, cap botol warna hijau yang paling terasa, disusul cap botol warna biru, Tong Tji dan 2 tang.


Setelah diseduh sekitar 4 menit, hasil seduhan Tong Tji yang paling pekat, disusul 2 tang, lalu cap botol. Aroma melati yang paling pas dihasilkan dari cap botol warna hijau, disusul cap botol, Tong Tjie dan 2 tang. Rasa, hampir sekemuanya sepet, yang mengejutkan adalah Tong Tjie, ternyata paling pahit diantara kesemuanya.


Untuk kualitas daun teh, dari hasil pengamatan terhadap ampas daun teh bekas seduhan, di temukan ternyata Tong Tjie paling banyak menggunakan daun muda, sedangkan cap botol, campuran daun tua dan daun muda, cap 2 tang, sedikit sekali mengandung daun muda.
Kalau dilihat dari kualitas bahan daun semestinya Tong Tjie yang paling unggul dari kesemuanya, tetapi proses pembuatan teh yang terlalu gosong, membuat teh ini terasa paling pahit. Dalam istilah Sosro, teh yang terlalu gosong disebut sebagai Curbang. Selain dari proses penggosongan yang terlalu lama, curbang juga dapat disebabkan oleh lama penyimpanan daun teh, sehingga terjadi oksidasi, yang akan membentuk thea flavin (pembawa warna merah), akibat reaksi oksiden denga katekin.


Akan tetapi kalau dilihat dari tanggal kadaluarsa, serta bungkus yang lebih baik, kesimpulannya Curbang pada Tong Tji dihasilkan dari proses produksinya.

Jadi, apapun merknya, yang penting teh minumannya. Sehat, dan bermanfaat.

27 Oktober, 2007

Membuat Minum Teh Lebih Bernilai

Poci ini terbuat dari gerabah dan berpori. Karena sifat materialnya yang porous, membuat aroma teh yang dibuat dalam poci ini, khas. Jenis teko ini terkenal sebagai trade mark Tegal, juga kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Tegal – Kalau berkunjung ke Tegal, mampirlah untuk mencoba teh poci yang banyak dijual di warung-warung makan sepanjang jalan kota itu. Identitas warteg (warung tegal) serasa kurang pas jika tak menyuguhkan teh poci. Disajikan dengan gula batu dan panas-panas, nikmat sekali.
Kebiasaaan minum teh poci bukan kebiasaan baru orang Tegal, tapi telah menjadi tradisi. Pertumbuhan pabrik- pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang menyebabkan timbulnya tradisi itu. Minum teh menjadi gencar sejak zaman kolonial ini dan sampai kini sudah menjadi ”budaya” lokal.
Uniknya jika kita menelusuri sepanjang jalan di Kota Slawi, iklan teh ada di mana-mana dengan berbagai merek. Maklumlah, Tegal memang mempunyai banyak industri teh, baik yang skala besar maupun kecil. Dengan luas wilayah 878,49 kilometer persegi ini, kabupaten ini memiliki beberapa perkebunan dan pabrik pengolahan teh yang cukup ternama. Misalnya PT Gunung Slamat yang produknya antara lain Teh Sosro dan Teh Poci. Juga ada PT Tunggul Naga yang memproduksi Teh Dua Tang dan Teh Tjatoet, Perusahaan Teh Cap Dua Burung yang memproduksi teh Tong Tjie.
Di Slawi, teh adalah primadona karena menjadi salah satu tanaman perkebunan utama. Di kawasan ini pun hidup petani bunga melati. Melati di sana sebagai campuran jenis teh wangi. Petani bunga melati tak bisa lepas dari teh. Mereka saling terkait dan menjadi mata rantai industri pengolahan teh. Jika industri teh di Tegal goncang, maka petani bunga melati pun terimbas.
Teh kini telah menjadi minuman ringan yang menyegarkan. Di pasaran, teh dalam kemasan kardus dan botol, tak kalah dengan soft drink bersoda dari merek terkenal. Apalagi teh juga dipercaya berkhasiat mencegah berbagai macam penyakit karena kandungan zat antioksidannya yang dikenal dengan nama polifenol. Rasanya minum teh tak akan pernah ditinggalkan orang.
Menurut data survei sosial ekonomi nasional tahun 1999, konsumsi teh Indonesia sangat kecil, yakni 0,8 kilogram per kapita per tahun. Sementara masyarakat peminum teh seperti Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat mengkonsumsi teh 2,5-3 kg per kapita per tahun. Walau demikian industri teh terus maju tetapi dengan orientasi ekspor.
Produksi teh Kabupaten Tegal per tahun jumlahnya terus meningkat, walau masih kecil. Dari data Dinas Perkebunan setempat diketahui, jumlah rata-rata produksi teh selama lima tahun terakhir dari 1995-1999 adalah 470 ton, atau 0,004 persen dari produksi nasional. Luas areal perkebunan teh sendiri di Tegal pada tahun 1999 adalah cuma 230,5 hektar.
Tak mengherankan jika untuk memenuhi kebutuhannya, Tegal harus mendatangkan teh dari Jawa Barat, yang merupakan sentra produksi teh terbesar di Indonesia. Jawa Barat memasok sekitar 67 persen untuk produksi nasional. Pasokan daun dari perkebunan teh Jawa Barat ini kemudian diolah pabrik-pabrik di Tegal menjadi beberapa jenis minuman teh. Selain teh wangi melati (jasmine tea), diproduksi juga jenis teh hijau dan teh hitam.
Teh Tegal atau sering juga disebut teh slawi, memang terkenal sampai ke mana-mana. Jika diseduh dalam poci gerabah, aromanya khas. Yang membuat rasanya menjadi seperti itu, menurut peminum teh, karena ketika teh diseduh air panas, gerabah yang berpori-pori itu ”bereaksi” dengan teh dan menimbulkan aroma yang khas.
Sejauh mana kebenarannya, entahlah, tapi sebagian orang yang fanatik, suka teh poci ala Tegal.
Sebagian lagi menyukai teh jika disajikan dalam poci keramik atau porselen. Menurut mereka, dalam poci ini, uap teh panas tertahan di dinding keramik yang keras. Sehingga jenis teh apa pun tak merusak aroma. Apa pun jenis tekonya, minum teh menjadi bernilai jika tak sekadar dituang dalam gelas. Tapi selera memang tak bisa diperdebatkan.
(SH/gatot irawan)

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/feature/ritel/2002/094/rit02.html

Opini Masyarakat


Ditulis oleh Arnold di Jakarta tanggal 30 Juli 2007
Harga Sewaktu Beli : Rp.15.000,-/kotak

Tempat Pembelian : Hypermart supermall Lippo Karawaci
Kelebihan : Baik untuk kesehatan
Kekurangan : Tidak tahu

Tradisi minuman teh memang sudah mendunia. tapi bicara soaal teh, tak lengkap bila tak menyebut China. Negeri yang di percaya sebagai tempat kelahiran tanaman teh dan memiliki varian teh yang begitu banyak.
Dari sekian jenis minuman, teh adalah yang paling banyak di konsumsi masyarakat asia , termasuk indonesia. Dari hasil penelitan ilmiah, teh mampu menghambat pembentukan kanker, mencegah penyakit jantung,dan stroke.
Minuman alam ini juga terbukti mampu menstimulasi sistem sirkulasi, memperkuat pembuluh darah, dan menurunkan kolesterol dalam darah.
Tehpun bisa membantu meningkatkan jumlah sel darah putih saat tubuh melawan infeksi. misalnya, teh hijau yangn bisa mencegah flu. di seluruh pencernaan, teh membantu melawan racun, penyakit,kolera, tipus dan disentri. bahkan, teh bisa memperkuat gigi, melawan bakteri di mulut, mencegah terbentuknya plak dan mencegah oteoporosi. minuman ini juga berkhasiat memperbaiki konsentrasi ketajaman perhatian dan kemampuan memecahkan masalah.


Ditulis oleh Stepi di Jakarta tanggal 09 Mei 2007
Kelebihan : Aromanya sedap, murah
Kekurangan : -

Pertama aku melihatnya ketika di carrefour yogya. aku lagsung jatuh cinta padanya (tong tji) karena melihat komposisinya, daun teh hijau dan teh melati. hebat dan harganya murah, tapi kualitasnya oke.
Ternyata setelah diminum yang paling berkesan itu AROMAnya tidak kuat. dahsyat, bikin ketagihan. teh ini tidak sama dengan teh celup lain. ada sejenis bags/tas yang menyelimutinya. dengan harga Rp.3500 saya sudah dapat netto 50 gram dengan 25 tea bags didalamnya. pernah sampai 3 bulan saya beli belum habis dan setelah diseduh lagi masih enak, aromanya pun tak berkurang.
Cocok diseduh hangat sore sore atau ketika bangun tidur dan menggunakan
es atau dingin di siang hari. selain itu teh hijau baik bagi perempuan yang ingin menguruskan badan. yang saya rasakan teh melati ini juga baik bagi kesehatan dan mengurangi stress serta mengatasi ketegangan saraf.


Ditulis oleh Maka di Jakarta, pada tanggal 19 April 2007
Harga Sewaktu Beli : 3500/pak
Tempat Pembelian :
Warung Ibu Faqih Jl. Perjuangan C.22 Cirebon
Kelebihan : Teh ini sangat wangi dan berwarna tidak pekat
Kekurangan : Hanya cocok untuk sekali seduh

Saya memang tidak rutin minum teh. Biasanya saya meminum teh saat merasa pikiran capek karena banyaknya kerjaan atau saat badan saya dirasa butuh untuk relaksasi apalagi saat hari hujan. Dan diantara banyaknya merk teh yang ada di pasaran, hati saya ternyata lebih tertambat pada teh tong tji. kenapa?
Bagi saya teh ini unik, dengan paduan gula pasir atau gula batu sesuai selera anda rasanya sangat nyantel di lidah, nikmat, aromanya yang sangat wangi dan khas. Satu lagi yang menarik adalah warnanya yang cenderung merah dan tidak pekat membuat kemasan teh yang siap diminum menjadi cantik karena dasar gelas dapat jelas terlihat.
Teh ini juga nikmat jika anda senang meminum teh dengan kondisi dingin, tidak ada bedanya dengan teh hangat, hanya tergantung selera saja.
Meminum teh tong tji adalah pilihan saya sejak dulu, selain tentunya kopi.


Ditulis oleh diah_ap di Jakarta, pada tanggal 09 Oktober 2006
Harga Sewaktu Beli : Rp. 3500

Tempat Pembelian :Toko Swalayan

Kelebihan : Enak dan harum aromanya
Kekurangan : -

Tidak lengkap rasanya jika berbuka tanpa minum teh hangat. Tradisi yang selama ini dipertahankan turun temurun di keluargaku. Begitu beduk magrib berbunyi sebagai tanda boleh berbuka, pertama kali yang disentuh adalah minuman hangat yang manis dan menyegarkan.
Pilihan kita semua adalah meminum teh manis hangat hangat. Untuk masalah teh, kita sekeluarga juga setuju jika teh terbaik pilihan kita adalah teh tong tji. teh tong tji yang kami pilih memang memiliki keunggulan jika dibandingkan teh teh lainnya. Keunggulan komparatif yang pasti adalah rasa tehnya sangat kental dan warna tehnya juga cukup pekat.
Aroma khas teh sangat terasa ketika teh tong tji ini diseduh dengan air panas. Teh tong tji juga cocok dibuat sebagai bahan baku teh tubruk atau teh poci. Jadi kesimpulannya tidak salah deh jika kita memilih teh tong tji sebagai teh pilihan keluarga.

Ditulis oleh apriel di Jakarta, pada tanggal 13 November 2006

Harga Sewaktu Beli : eceran Rp.500 (9gr)

Tempat Pembelian : Toko Timbul Jl. Gerilya Timur Purwokerto

Kelebihan : Wangi melati, rasanya khas dan nikmat (baik hangat atau dingin)
Kekurangan :
Paling mahal diantara teh bubuk sejenis

Dalam menikmati sajian teh hangat biasanya yang Saya pilih adalah jenis teh celup, karena lebih praktis dan ekonomis. Selain memang lebih mudah menyajikannya untuk para tamu yang sedang bertandang kerumah. Namun Saya jadi teringat beberapa waktu lalu ketika saya pulang ke kampung halaman, karena disana selalu menggunakan Teh Melati Tongtji Premium.
Rasanya khas dan nikmat serta wangi melati. Terkemas dalam gramasi mungil 9 gram dengan harga satuan eceran Rp.500 untuk disajikan dalam 300 cc air mendidih. Menurut Orang tua Saya yang terbiasa menggunakan teh jenis bubuk, Teh Melati Tongtji Premium adalah teh termahal dan ternikmat dari semua jenis teh bubuk yang pernah ada. Kemudian setelah Saya cermati lagi, memang benar adanya.
Teh bubuk jenis lain maksimal harga ecerannya adalah Rp.300 dengan rasa yang kurang memikat dan kurang wangi. Lain halnya dengan Teh Melati Tongtji Premium yang diproduksi oleh Perusahaan Teh 2 Burung Tegal Indonesia yang memang sangat berasa nikmatnya. Sehingga harga yang termahal tersebut rasanya tak terukur.
Teh jenis ini juga sering Saya temui dalam bentuk ice tea di kedai khusus produk ini di beberapa supermarket ternama dengan harga pergelas Rp.2000. Begitu disruput rasa asli tehnya memang memikat dan menyegarkan. Kesimpulannya teh ini sama nikmatnya disajikan dalam beberapa keadaan baik dingin maupun hangat.
Hanya saja Saya lebih menyukai mengkonsumsi teh ini dalam bentuk ice tea yang dapat Saya beli ketika Saya sedang berjalan-jalan di mall saja. Karena untuk membuat teh tubruk seperti di kampung halaman, Saya rasa kurang begitu praktis dan merepotkan. Sehingga untuk penyajian hangat Saya tetap meilih menggunakan jenis teh dalam bentuk celup. Overall penilaian Saya terhadap produk teh ini adalah baik.


Ditulis di Jakarta, pada tanggal 11 Mei 2006
Kelebihan : Perpaduan tehnya sangat pas
Kekurangan :
Terasa sedikit srepet

Waktu aku pergi jalan-jalan ke grandmall lantai empat saya melihat stand teh tong tjie rame banget sampai ngantri untuk membelinya. Dan yang membelinya kebanyakan anak remaja-remaja, itulah yang ingin membuatku untuk mencobanya.
Dengan harga duaribu rupiah kita sudah dapat menikmati satu gelas teh tong tjie. Waktu saya coba rasa tehnya sangat terasa komplit dari rasa pahitnya, manisnya, dan baunya. Perpaduan tehnya sangat pas dilidah, hal ini yang membuat teh tong tjie berbeda dengan teh lainnya. Teh tong tjie sangat nikmat jika disajikan dingin dan dapat menghilangkan rasa haus yang datang mendera. Sayangnya teh tong tjie sulit didapat karena tidak dijual diwarung-warung terdekat, teh tong tjie hanya dijual di swalayan-swalayan. Mungkin salah satu hal yang membuat teh tong tjie tidak dijual di warung adalah harganya diatas standard dari teh-teh lainnya.



Ditulis oleh MARIN di Surabaya, pada tanggal 31 Oktober 2005

Kelebihan : Aromanya sedap
Kekurangan :
-

Sudah menjadi kebiasaan apabila setiap pagi hari ataupun pada sore hari, aku dan keluarga minum teh yang dibuat oleh mama aku. Karena aku tinggal di kota Surabaya yang cuacanya setiap saat panas dan selalu bikin gerah bahkan di musim hujan pun, kadang aku lebih suka teh yang dingin dan segar dengan mencampurkan es batu pada minuman teh.
Mama aku membuatkan teh dengan aroma teh yang sedap yang ternyata adalah berasal dari bubuk teh Tong Tji Premium 90 gr yang baru dibelinya di mini market Indomart Surabaya dengan harga Rp. 3.950. Bubuk teh Tong Tji dimasak bersama air hingga mendidih lalu disaring dan juga dicampurkan dengan gula secukupnya sebagai pemanis hingga gula larut. Hmmm aromanya sangat menarik.
Lalu aku mencampurkan teh dengan es batu. Wah rasanya sangat nikmat sekali dan terasa segar membasahi kerongkongan yang kering karena udara yang serba panas.


Ditulis oleh slilanto di Jakarta Selatan, pada tanggal 10 April 2003

Kelebihan : Nikmat dan menyegarkan
Kekurangan :
Lebih enak disajikan dengan poci

Teh memang salah satu kebutuhan sehari-hari bagi keluarga kami, terasa kurang segar bila kita mimun tanpa menggunakan air teh, apalagi di pagi hari, teh tubruk sangat menyegarkan. Berbagai macam merek teh banyak beredar di pasaran dengan berbagai khasiat yang diawarkan. Bahan-bahannyapun kadang-kadang ada tambahan bahan lain, misalnya dengan aroma bunga melati, ada teh untuk pelangsing tubuh, ada daun pace atau pace tea.
Teh Tong Tji atau jasmine tea premium 9 gram (untuk sekali pakai) ini memang sangat enak, paduan antara pucuk daun teh pilihan dengan bungan melati yang mantab bagi pecinta teh. Teh yang diproduksi oleh perusahaan teh 2 burung Tegal ini cukup pantas untuk dikonsumsi.
Untuk mendapatkan rasa yang yang nikmat ikutilah aturan penyajiannya yaitu, bilas lah poci dengan air panas, masukkan teh Tong Tji satu bungkus, tuang air mendidih ke dalam poci, dan diamkan selama lima menit, tambahkan gula, lemon atau susu sesuai dengan selera anda dan teh siap untuk disajikan dan dinikmati.
Menurut saya teh ini cukup nikmat, sajian teh tubruk yang menyegarkan, lebih nikmat bila ditambahkan dengan lemon sehingga terasa lemon tea yang enak.

Sumber : www.pintunet.com

Teh Indonesia Lebih Menyehatkan

Bandung, Kompas - Teh Indonesia umumnya lebih menyehatkan dibandingkan produk negara-negara lain. Namun, teh masih menjadi minuman yang dianggap rendah di Indonesia. Tingkat konsumsi yang rendah dan rasa tidak percaya diri saat menghidangkan teh mengindikasikan itu.

Peneliti Teh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung Dadan Rohdiana di Bandung, Jumat (7/9) mengatakan, teh Indonesia tak kalah bermutu dibandingkan negara lain seperti Jepang atau China. Pasalnya, varietas teh Indonesia hampir seluruhnya adalah assamica sedangkan China dan Jepang adalah sinensis.

Kadar katekin pada varietas assamica lebih tinggi dari pada sinensis. Kitekin adalah kandungan pada teh yang bermanfaat untuk kesehatan. Katekin juga merupakan antioksidan yang sangat efektif untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh.

Konsumsi teh Indonesia pun masih sangat rendah, sekitar 300 gram per kapita per tahun. Sebagai perbandingan, konsumsi teh Inggris 2.260 gram dan Jepang 1.140 gram.

Penulis buku “Teh Minuman Bangsa-Bangsa di Dunia”, Prawoto Indarto mengatakan, kadar katekin teh Indonesia lebih baik dari negara lain. Teh hitam ortodoks Indonesia misalnya, memiliki kadar katekin 8,24% berat kering, teh hijau ekspor 11,6%, dan teh wangi 9,28%.

Sementara teh sencha Jepang 5,06%, teh oolong dan teh wangi China masing-masing 6,73 dan 7,47%, serta teh hitam Srilanka 7,39%. Jumlah kedai khusus teh yang jauh lebih sedikit dibandingkan kopi bisa menjadi indikasi teh masih dipandang inferior. Kebanyakan kedai teh yang ada itu pun menyediakan produk impor.

http://www.kompas.com/ver1/kesehatan/0709/07/192849.htm

Pemasaran Unik Gaya Teh Tong Tji

Saat ini hampir di setiap pusat perbelanjaan maupun di tempat- tempat keramaian dapat ditemui gerai penjual es teh yang dikemas dalam gelas plastik. Seolah-olah tanpa kehadiran gerai es teh, ada sesuatu yang kurang.

Di Jawa Tengah, gagasan membuat gerai es teh diawali lima tahun lalu oleh produsen teh Tong Tji yang berdiri sejak 1938 di Kota Tegal. Kini gerai es teh Tong Tji berjumlah ratusan, pembelinya tak pernah sepi. Namun, menurut Koordinator Pemasaran Teh Tong Tji, Josia Suharto pekan lalu, membuat gerai es teh semacam itu adalah proyek rugi.

"Gerai es teh memang kami yang memelopori walaupun investasi gerai es teh sebenarnya tidak menguntungkan. Banyak yang ingin membuka gerai es teh Tong Tji, tetapi kami tolak. Mereka tak tahu kalau bisnis gerai es teh tidak untung," kata Josia.

Menurut Josia, perusahaan tidak mengharapkan keuntungan dengan membuka gerai es teh. Sasaran sesungguhnya adalah memopulerkan merek Tong Tji atau menancapkan brand image. Rupanya upaya ini dianggap berhasil karena sekarang di benak konsumen sudah melekat citra es teh adalah teh Tong Tji.

Proyek gerai es teh tersebut dikelola karyawan teh Tong Tji sebagai penghasilan tambahan. Perusahaan memberi dukungan berupa peralatan dan perlengkapan.

Josia mengatakan, perusahaan minuman lain sering memberi minuman gratis untuk dicoba. Bagi Josia, untuk promosi es teh Tong Tji justru dijual karena, menurut pengamatannya, orang kurang suka diberi minuman gratis. Mereka kurang menghargai pemberian minuman gratis, berbeda kalau mereka membelinya sendiri.

Harga segelas es teh Tong Tji yang dijual Rp 2.000 sebenarnya terlalu murah. Harga sebuah gelas plastiknya saja sudah Rp 400 sampai Rp 500. Belum termasuk tutup, sedotan, gula, air, sewa tempat, dan gaji sales promotion girls (SPG).

Karyawan tidak akan mau menjalankan bisnis gerai es teh kalau tidak didukung perusahaan. Dengan sedikit marjin keuntungan, karyawan bersedia mengelola bisnis tersebut.

Satu lagi strategi pemasaran unik dari teh Tong Tji adalah pemasaran teh Tong Tji Premium. Harga teh ini sampai sekarang masih relatif mahal dibandingkan merek lain. Josia pun heran mengapa teh mahal itu bisa laku, bahkan dulunya produk ini diluncurkan saat krisis moneter. Ternyata produk ini laku sampai di kampung-kampung. Orang dengan penghasilan terbatas pun ingin menikmati hidup mewah. Caranya dengan minum teh berharga mahal yang masih bisa dijangkau. "Dengan asumsi itu kami berani memasarkan teh Tong Tji Premium ke pasar menengah bawah," kata Josia.


Sumber : www.kompas.com/kompas-cetak/0609/19/jateng/41771.htm

Tanggal terbit : Selasa, 19 September 2006

25 Oktober, 2007

Sejarah Teh

Kisah SHEN NUNG Negeri Cina dipercayai sebagai tempat kelahiran tanaman Teh. Kisah yang paling banyak diikuti tentang asal usul Teh, adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum masehi. Kaisar Shen Nung juga disebut sebagai Bapak Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Konon kabarnya, pada suatu hari ketika sang Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar.Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh. Dan sejak saat itu teh mulai dikenal dan disebarluaskan.(Gambar diambil dari buku : "China-Homeland of Tea", diedit oleh "China National Native Produce & Animal By Products Import & Export Corporation", dan diterbitkan bekerja sama dengan "Educational & Cultural Press Ltd. Hongkong", 1989.)

Kisah DARUMA Bangsa Jepang, memiliki cerita lain tentang Teh yang dikaitkan dengan penyebaran agama Budha oleh seorang pendeta budha bernama Daruma yang hidup sekitar tahun 520 M. Menurut legenda, pohon Teh pertama tumbuh dari potongan kelopak matanya. Hal tersebut terjadi karena sewaktu Daruma sedang bertapa, ia tertidur dan ketika terjaga ia sangat marah karena ia sampai tertidur pada saat bertapa. Untuk mencegah jangan sampai tertidur kembali, maka Daruma memotong kedua belah kelopak matanya dan dibuang ke tempat tak jauh dari dia bertapa. Tidak lama setelah itu, tempat dimana kedua belah kelopak mata Daruma dibuang tumbuhlah pohon yang kita sebut sebagai pohon Teh dan menjadi tanaman Teh pertama versi Bangsa Jepang.

Kisah LU YU Untuk pertama kalinya pada tahun 780 seorang cendikiawan bernama LU YU mengumpulkan dan membukukan temuan-temuan akan manfaat dan kegunaan Teh kedalam sebuah literatur mengenai Teh, yaitu Ch'a Cing atau The Classic Of Tea.(Gambar diambil dari buku : "China-Homeland of Tea", diedit oleh "China National Native Produce & Animal By Products Import & Export Corporation", dan diterbitkan bekerja sama dengan "Educational & Cultural Press Ltd. Hongkong", 1989.)

PENYEBARAN TEH DUNIA A. Jalur SutraSelama masa pemerintahan Dinasti Han Tang Soon dan Yuan, komoditas Teh diperkenalkan ke dunia luar ( dari Cina ) melalui pertukaran kebudayaan menyeberangi Asia Tengah menyelusuri Jalur Sutera.(Gambar diambil dari : "Microsoft Encarta 96 World Atlas", Microsoft Corporation.)



B. East India CompanyPada tahun 1644, East India Company yaitu perusahaan perdagangan Inggris dibawah pemerintahan Ratu Elizabeth I - membuka kantor di Xiamen. Pada masa itulah, daun Teh dikenal umum sebagai minuman yang diseduh dengan air panas. Dan tahun 1669, East India company mendapatkan lisensi mendatangkan komoditas Teh dari Cina ke Inggris dengan menggunakan kapal Elizabeth I selama sembilan tahun memonopoli perdagangan Teh sampai dengan tahun 1833. (Gambar diambil dari buku : "The Book of Tea", Flammarion, 1992.)

C. Boston Tea PartyBagian cukup menarik dari kisah perdagangan Teh oleh bangsa Inggris adalah ketika East India Company pada tahun 1773 boleh berdagang Teh langsung dari Cina ke Amerika ( yang pada saat itu masih termasuk ke dalam koloni bangsa Inggris ) dengan memotong jalur perdagangan dan perpajakan yang merugikan exportir Eropa dan Importir Amerika. Peristiwa itu mengakibatkan marahnya penduduk Boston, dan pada saat kapal pengangkut komoditas Teh merapat di pelabuhan Kota Boston, maka serentak penduduk kota tersebut menaiki kapal dan membuang seluruh peti yang berisi komoditas Teh kedalam laut peristiwa itu dikenal sebagai BOSTON TEA PARTY yang berakibat pula tercetusnya revolusi Bangsa Amerika terhadap penjajahan bangsa Inggris.(Gambar diambil dari buku : "The Book of Tea", Flammarion, 1992.)

D. Masuknya Teh ke IndonesiaTeh dikenal di Indonesia sejak tahun 1686 ketika seorang Belanda bernama Dr. Andreas Cleyer membawanya ke Indonesia yang pada saat itu penggunaannya hanya sebagai tanaman hias.Baru pada tahun 1728, pemerintah Belanda mulai memperhatikan Teh dengan mendatangkan biji-biji Teh secara besar-besaran dari Cina untuk dibudayakan di pulau Jawa. Usaha tersebut tidak terlalu berhasil dan baru berhasil setelah pada tahun 1824 Dr.Van Siebold seorang ahli bedah tentara Hindia Belanda yang pernah melakukan penelitian alam di Jepang mempromosikan usaha pembudidayaan dengan bibit Teh dari Jepang. Usaha perkebunan Teh pertama dipelopori oleh Jacobson pada tahun 1828 dan sejak itu menjadi komoditas yang menguntungkan pemerintah Hindia Belanda, sehingga pada masa pemerintahan Gubernur Van Den Bosh, Teh menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam rakyat melalui politik Tanam Paksa ( Culture Stetsel ). Pada masa kemerdekaan, usaha perkebunan dan perdagangan Teh diambil alih oleh pemerintah RI. Sekarang, perkebunan dan perdagangan Teh juga dilakukan oleh pihak swasta.

02 Oktober, 2007

Apa itu Teh??

Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman semak Camellia sinensis dengan air panas. Teh yang berasal dari tanaman teh dibagi menjadi 4 kelompok: teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.
Istilah "teh" juga digunakan untuk minuman yang dibuat dari buah, rempah-rempah atau tanaman obat lain yang diseduh, misalnya, teh rosehip, camomile, krisan dan Jiaogulan. Teh yang tidak mengandung daun teh disebut teh herbal.
Teh merupakan sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh bila diminum terasa sedikit pahit yang merupakan kenikmatan tersendiri dari teh.
Teh bunga dengan campuran kuncup bunga melati yang disebut teh melati atau teh wangi melati merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia sebesar 0,8 kilogram per kapita per tahun masih jauh di bawah negara-negara lain di dunia, walaupun Indonesia merupakan negara penghasil teh terbesar nomor enam di dunia

Pengolahan dan pengelompokan teh
Teh dikelompokan berdasarkan cara pengolahan. Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat daun menjadi berwarna gelap, karena terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tanin. Proses selanjutnya berupa pemanasan basah dengan uap panas agar kandungan air pada daun menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang sudah ditentukan.
Pengolahan daun teh sering disebut sebagai "fermentasi" walaupun sebenarnya penggunaan istilah ini tidak tepat. Pemrosesan teh tidak menggunakan ragi dan tidak ada etanol yang dihasilkan seperti layaknya proses fermentasi yang sebenarnya. Pengolahan teh yang tidak benar memang bisa menyebabkan teh ditumbuhi jamur yang mengakibatkan terjadinya proses fermentasi. Teh yang sudah mengalami fermentasi dengan jamur harus dibuang, karena mengandung unsur racun dan unsur bersifat karsinogenik.

Pengelompokan teh berdasarkan tingkat oksidasi:
Teh putih
Teh yang dibuat dari pucuk daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan sewaktu belum dipetik dilindungi dari sinar matahari untuk menghalangi pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan teh jenis lain sehingga harga menjadi lebih mahal. Teh putih kurang terkenal di luar Tiongkok, walaupun secara perlahan-lahan teh putih dalam kemasan teh celup juga mulai populer.

Teh hijau
Daun teh yang dijadikan teh hijau biasanya langsung diproses setelah dipetik. Setelah daun mengalami oksidasi dalam jumlah minimal, proses oksidasi dihentikan dengan pemanasan (cara tradisional Jepang dengan menggunakan uap atau cara tradisional Tiongkok dengan menggongseng di atas wajan panas). Teh yang sudah dikeringkan bisa dijual dalam bentuk lembaran daun teh atau digulung rapat berbentuk seperti bola-bola kecil (teh yang disebut gun powder).

Oolong
Proses oksidasi dihentikan di tengah-tengah antara teh hijau dan teh hitam yang biasanya memakan waktu 2-3 hari.

Teh hitam atau teh merah
Daun teh dibiarkan teroksidasi secara penuh sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh hitam merupakan jenis teh yang paling umum di Asia Selatan (India, Sri Langka, Bangladesh) dan sebagian besar negara-negara di Afrika seperti: Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi dan Zimbabwe. Terjemahan harafiah dari aksara hanzi untuk teh bahasa Tionghoa (红茶) atau (紅茶) dalam bahasa Jepang adalah "teh merah" karena air teh sebenarnya berwarna merah. Orang Barat menyebutnya sebagai "teh hitam" karena daun teh berwarna hitam. Di Afrika Selatan, "teh merah" adalah sebutan untuk teh rooibos yang termasuk golongan teh herbal. Teh hitam masih dibagi menjadi 2 jenis: Ortodoks (teh diolah dengan metode pengolahan tradisional) atau CTC (metode produksi teh Crush, Tear, Curl yang berkembang sejak tahun 1932). Teh hitam yang belum diramu (unblended) dikelompokkan berdasarkan asal perkebunan, tahun produksi, dan periode pemetikan (awal musim semi, pemetikan kedua, atau musim gugur). Teh jenis Ortodoks dan CTS masih dibagi-bagi lagi menurut kualitas daun pasca produksi sesuai standar Orange Pekoe.

Pu-erh (Póu léi dalam bahasa Kantonis)
Teh pu-erh terdiri dari dua jenis: "mentah" dan "matang." Teh pu-erh yang masih "mentah" bisa langsung digunakan untuk dibuat teh atau disimpan beberapa waktu hingga "matang". Selama penyimpanan, teh pu-erh mengalami oksidasi mikrobiologi tahap kedua. Teh pu-erh "matang" dibuat dari daun teh yang mengalami oksidasi secara artifisial supaya menyerupai rasa teh pu-erh "mentah" yang telah lama disimpan dan mengalami proses penuaan alami. Teh pu-erh "matang" dibuat dengan mengontrol kelembaban dan temperatur daun teh mirip dengan proses pengomposan. Teh pu-erh biasanya dijual dalam bentuk padat setelah dipres menjadi seperti batu bata, piring kecil atau mangkuk. Teh pu-erh dipres agar proses oksidasi tahap kedua bisa berjalan, karena teh pu-erh yang tidak dipres tidak akan mengalami proses pematangan. Semakin lama disimpan, aroma teh pu-erh menjadi semakin enak. Teh pu-erh yang masih "mentah" kadang-kadang disimpan sampai 30 tahun bahkan 50 tahun supaya matang. Pakar bidang teh dan penggemar teh belum menemui kesepakatan soal lama penyimpanan yang dianggap optimal. Penyimpanan selama 10 hingga 15 tahun sering dianggap cukup, walaupun teh pu-erh bisa saja diminum setelah disimpan kurang dari setahun. Minuman teh pu-erh dibuat dengan merebus daun teh pu-erh di dalam air mendidih seringkali hingga lima menit. Orang Tibet mempunyai kebiasaan minum teh pu-erh yang dicampur dengan mentega dari lemak yak, gula dan garam.

Teh Kuning
Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.

Kukicha
Teh kualitas rendah dari campuran tangkai daun dan daun teh yang sudah tua hasil pemetikan kedua, dan digongseng di atas wajan.

Genmaicha
Teh hijau bercampur berondong dari beras yang belum disosoh, beraroma harum dan sangat populer di Jepang.

Teh bunga
Teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati (H­eung Pín dalam bahasa Kantonis, Hua Chá dalam bahasa Tionghoa) yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Bunga-bunga lain yang sering dijadikan campuran teh adalah mawar, seroja, leci dan seruni.
Teh juga sering dikaitkan dengan kegunaannya untuk kesehatan. Teh hijau dan teh pu-erh sering digunakan untuk diet. Orang juga sering menghubung-hubungkan teh dengan keseimbangan yin yang. Teh hijau cenderung yin, teh hitam cenderung yang, sedangkan teh oolong dianggap seimbang. Teh pu-erh yang berwarna coklat dianggap mengandung energi yang dan sering dicampur bunga seruni yang memiliki energi yin agar seimbang.

Ramuan Teh
Sebagian besar merek teh yang dijual di pasaran merupakan hasil ramuan ahli teh yang membuat blend yang unik untuk merek tersebut dari berbagai daun teh yang berbeda. Rasa enak dari teh berkualitas tinggi dan berharga mahal biasanya bisa menutupi rasa teh yang berkualitas rendah, sehingga kualitas teh bisa meningkat dan dapat dijual dengan harga yang lebih pantas. Teh hasil ramuan juga menjaga agar rasa teh yang dimiliki merek tertentu tetap stabil sepanjang masa.
Teh melati dibuat dengan mencampur kuncup melati yang siap mekar. Sebelum dicampur dengan kuncup melati, daun teh mengalami proses pelembaban agar harum melati dapat menempel pada daun teh.
Komposisi teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofilin dan teobromin dalam jumlah sedikit

Kemasan Teh

Teh celup
Teh dikemas dalam kantong kecil yang biasanya dibuat dari kertas. Teh celup sangat populer karena praktis untuk membuat teh, tapi pencinta teh kelas berat biasanya tidak menyukai rasa teh celup. Sari Wangi adalah perintis teh celup merek local di Indonesia.

Teh seduh (daun teh)
Teh dikemas dalam kaleng atau dibungkus dengan pembungkus dari plastik atau kertas. Takaran teh dapat diatur sesuai dengan selera dan sering dianggap tidak praktis. Saringan teh dipakai agar teh yang mengambang tidak ikut terminum. Selain itu, teh juga bisa dimasukkan dalam kantong teh sebelum diseduh. Mangkuk teh bertutup asal Tiongkok yang disebut gaiwan dapat digunakan untuk menyaring daun teh sewaktu menuang teh ke mangkuk teh yang lain.

Teh yang dipres
Teh dipres agar padat untuk keperluan penyimpanan dan pematangan. Teh pu erh dijual dalam bentuk padat dan diambil sedikit demi sedikit sewaktu mau diminum. Teh yang sudah dipres mempunyai masa simpan yang lebih lama dibandingkan daun teh biasa.

Teh stik
Teh dikemas di dalam stik dari lembaran aluminium tipis yang mempunyai lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai saringan teh.

Teh instan
Teh berbentuk bubuk yang tinggal dilarutkan dalam air panas atau air dingin. Pertama kali diciptakan pada tahun 1930-an tapi tidak diproduksi hingga akhir tahun 1950-an. Teh instan ada yang mempunyai rasa vanila, madu, buah-buahan atau dicampur susu bubuk.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Teh