Tampilkan postingan dengan label 10 Kemasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 10 Kemasan. Tampilkan semua postingan

18 September, 2007

Keterangan Teknis Kertas

Kertas Sigaret SEGI-TIGA
- teknik produksi : sablon/cetak saring, terlihat dari hasilnya yang tidak rapi(bleberan)
- jenis kertas : uncoated paper dengan ketebalan kurang dari 60 gr
- ukuran : 6 mikron

Kwaci cap Gadjah
- Teknik produksi : offset
- Jenis kertas : duplex semi coated dengan ketebalan 250 gr
- Ukuran : 29 mikron

Kecap Bango
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : Chromo paper dengan ketebalan 80 gr
- Ukuran : 9 mikron

Teh Tong Tji
- Teknik produksi : sablon
- Finishing : pada bagian tepi, terdapat bagian yang agak kasar. Hal ini merupakan proses pencacahan dilakukan untuk mempermudah proses pengeleman.
- Jenis kertas : Food grade paper (yaitu kertas khusus yang aman untuk makanan)
- Ukuran : 8 mikron

Kecap Manis THG
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : Art paper wet strength dengan ketebalan 75 gr

Pilkita
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : Art paper dengan ketebalan 120 gr
- Ukuran : 9 mikron

Pil 'Chi-Kit' Teck Aun
- Teknik produksi : offset
- Jenis kertas : Ivory paper dengan ketebalan 270 gr
- Ukuran : 33 mikron

Puder Kresno
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : uncoated paper dengan ketebalan 60 gr
- Ukuran : 7 mikron

Ting Ting Jahe SINA
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : HVS dengan ketebalan 60 gr
- Ukuran : 7 mikron

Lada Halus
- Teknik produksi : sablon
- Jenis kertas : Art paper dengan ketebalan 85 gr
- Ukuran : 6 mikron

29 Agustus, 2007

Kecap Bango



Jenis rancangan : Label

Jenis produk : Kecap manis

Nama produk : Kecap Bango

Nomor daftar legal : 245409004172

Lembaga berwenang : Departemen kesehatan RI


Kecap bango pada awalnya dimiliki oleh perusahaan Rina Sari, Jakarta-Indonesia. Tapi, sekarang sudah diambil oleh oleh perusahaan Unilever pada tahun 2001. Kecap Bango telah didirikan sejak tahun 1928, sebagian besar di daerah Jakarta dan Jawa Barat oleh para pabrikan setempat. Sejak diambil alih oleh Unilever, pertumbuhannya demikian menjanjikan. Selama bertahun-tahun, ukuran usaha tersebut telah menjadi 2 x lebih besar yang juga tercermin oleh peningkatan pangsa pasar yang tumbuh rata-rata 3% selama dua tahun terakhir.

Dewasa ini produk tersebut tersebar di seluruh negeri bahkan dapat ditemui di luar negeri, khususnya di daerah-daerah tempat masyarakat Indonesia tinggal.

Bango adalah merek yang mengutamakan kemurnian, yang terasa dari rasa asli kecap kedelai, karena memang terbuat dari kedelai hitam berkualitas tinggi. Kecap Bango ini pun memiliki ukuran yang bervariasi.

Kecap Bango terbuat dari bahan-bahan terpilih yang bermutu tinggi: kacang kedele hitam, gula kelapa, garam dan air tanpa bahan pengawet atau bahan kimia tambahan. Kacang kedele hitam difermentasi selama beberapa bulan agar dapat dicampur dengan baik dalam suatu proses khusus dengan bahan-bahan lain untuk memberikan rasa khusus yang membuat kecap Bango berbeda dari produk lain yang menggunakan kacang kedele kuning.

Kecap Bango telah didirikan sejak tahun 1928, sebagian besar di daerah Jakarta dan Jawa Barat oleh para pabrikan setempat. Pada tahun 2001 Unilever mengakuisisi merek dan usaha ini, dan sejak itu pertumbuhannya demikian menjanjikan. Selama bertahun-tahun, ukuran usaha tersebut telah menjadi 2 x lebih besar yang juga tercermin oleh peningkatan pangsa pasar yang tumbuh rata-rata 3% selama dua tahun terakhir.


Sumber: www.pintunet.com/produk.php?vproduk_id=kecap
www.wartaekonomi.com/detail.asp?aid=1210&cid=2

28 Agustus, 2007

Pil 'Chi-Kit' Teck Aun





Jenis rancangan : Kemasan

Jenis produk : Obat sakit perut

Nama produk : Pil 'chi-kit' teck aun

Nomor daftar legal : MAL 19950914T

Lembaga berwenang : Kementerian kesehatan Malaysia


Alamat produsen Pil 'Chi-Kit' Teck Aun di Malaysia :
Teck Aun Medical FTY. Sdn. Bhd.
686, Jalan Perindustrian Bukit Minyak,
Taman Perindustrian Bukit Minyak,
14100, Bukit Mertajam,
Penang , Malaysia,
Tel : +604 5088888 or fax : +604 5085555


Di Indonesia, PT Sinde Budi Sentosa merupakan distributor tunggal yang mendistribusikan produk terkenal dari Malaysia, Pil Chikit Teck Aun Pills. Produk ini 100% diformasikan dari tumbuh-tumbuhan yang terbukti efektif untuk sakit perut ,diare, mual , mabuk perjalanan dan masuk angin.


Komposisi / Formulation:
Fritillaraie Verticillata Wild. Var. thunbergil Baker 8 %
Eriobotryae Japonica Lindi 10 %
Adenophora verticillata Fisch. Poria Cocos Wolf.2 %
Pochymacocos Fries 2 %
Citrus Nobilis Lour 2 %
Platycodon Grandiflorus DC. Pinellia Tuberifera Ten.8 %
P.Ternata Breit 2 %
Schizandra Chinensis Raill 1 %
Trichosanthes Kirilonii Maxim 4 %
Tussilago Farfara Linn 2 %
Polygala tenufolia Wild 2 %
Prunus armeniaca L 4 %
Zingiber officinale Roscoe 2 %
Glycyrrhisa Glabra L 2 %
Mentha arfensis L 0,2 %
Apis chinensis 20 %
Syrup Q.S to 100 %


27 Agustus, 2007

Obat Kuat PILKITA


Jenis rancangan : Kemasan

Jenis produk : Obat Kuat

Nama produk : Obat Kuat PILKITA

Nomor daftar legal : TR 851503031

Lembaga berwenang : Departemen Kesehatan RI

LADA HALUS



Jenis rancangan : Kemasan

Jenis produk : Lada halus

Nama produk : Lada Halus

Nomor daftar legal : 31155

26 Agustus, 2007

Kertas Sigaret SEGI-TIGA



Jenis rancangan : Kemasan

Jenis produk : Kertas Sigaret

Nama produk : Kertas Sigaret SEGI-TIGA

Nomor daftar legal : 93999

Lembaga berwenang : Dep. Kes. RI. MD


Ting Ting Jahe SINA





Di antara tumpukan makanan ringan di sebuah rumah makan di Parakan, sebuah kota kecamatan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terdapat permen jahe. Mereka yang sudah berumur pasti akan terkejut ketika melihat permen yang di labelnya tertulis "Gember Bonbons". Permen bikinan Pasuruan, Jawa Timur, itu ternyata masih ditemukan di pasar sekaligus memiliki sejarah panjang.

Permen jahe memang merupakan permen yang tergolong kuno. Berbicara permen ini bukan hanya berbicara puluhan tahun lalu, tetapi ratusan tahun. Setidaknya permen ini sudah tercatat di dalam buku Island of Java karya John Joseph Stockdale, pelancong berkebangsaan Inggris, yang menyebutkan, pada tahun 1778 Belanda mengirim sebanyak 10.000 pon (atau sekitar 5.000 kilogram) produk yang disebut candied ginger dari Batavia ke Eropa. Makanan ini digemari di Eropa karena menyembuhkan kembung atau dalam istilah ilmiah disebut flatulensi.
Keberadaan permen dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa, sulit untuk ditelusuri asal usulnya. Kita hanya bisa menduga, seperti yang diungkapkan Prof Denys Lombard, yang menyebutkan gaya hidup Belanda mulai diserap oleh penduduk Nusantara sekitar pertengahan abad ke-19 ketika sejumlah priayi diangkat menjadi pejabat dan mulai mengenyam pendidikan Belanda. Permen sangat mungkin bagian dari gaya hidup itu.

Kesulitan untuk melacak juga akibat pengelompokan makanan ini menjadi rancu karena banyak variasi produk jenis ini. Di kalangan orang Jawa dikenal berbagai makanan bersumber dari gula, seperti permen, kembang gula, gulali, bonbon, manisan, harum manis, loli, dan ting-ting.

Pengelompokan makanan ringan yang manis, berdasar dari kamus, mungkin bisa menolong meski tidak tepat benar. Kelompok makanan ini disebut gula- gula. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karya Badudu-Zain, kata gula-gula berarti macam-macam penganan atau manisan dari gula. Cakupan dalam kelompok ini sangat luas sekali, seluruh makanan yang bersumber dari gula. Dalam bahasa Inggris istilah yang tepat untuk ini adalah confectionary. Sedangkan dalam bahasa Belanda disebut bonbon.

Kembang gula sendiri dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia itu adalah makanan yang terbuat dari gula. Orang Jawa menyebut makanan manis ini lebih singkat mbanggulo. Penjelasan ini pasti tidak memuaskan karena menjadi rancu dengan gula-gula di atas. Meski demikian, pencarian padanan kosakata ini di dalam bahasa Inggris menemukan istilah yang tepat untuk ini adalah candy, sedangkan dalam bahasa Belanda disebut lollie. Jadi berdasarkan pemadanan itu, maka kembang gula merupakan salah satu jenis dari gula-gula.
Bila di Indonesia dikenal ada nama permen, maka sebenarnya permen adalah salah satu jenis kembang gula yang terasa pedas di lidah. Kata permen sendiri kemungkinan terkait dengan dengan peppermint, permen pedas karena ada kandungan minyak peppermint. Peppermint adalah senyawa aromatik yang berasal dari daun tanaman yang menghasilkan mentol, yaitu Menthas arvensis yang biasanya digunakan untuk memberi rasa pada makanan, pasta gigi, dan obat- obatan. Orang Belanda menyebut makanan ini dengan sebutan peppermunt.
Orang Indonesia, terutama orang Jawa, kemungkinan kesulitan untuk mengatakan peppermint hingga muncul kata permen. Dalam perkembangannya, istilah ini menjadi rancu karena semua makanan ringan yang manis dimasukkan dalam permen, seperti permen jahe, permen coklat, dan permen karet.
Dengan memahami berbagai istilah itu, maka dugaan munculnya kembang gula di Nusantara terkait dengan pendirian pabrik gula. Pabrik gula pertama berada di Batavia, yang sekarang bernama Jakarta pada 1700-an. Pada tahun 1710 tercatat 131 penggilingan tebu di Batavia. Di wilayah bagian selatan Batavia didirikan pabrik gula yang masih jauh dari penggunaan mesin dan uap air panas untuk produksi gula.

Saat itu, pabrik gula digerakkan oleh tenaga kerbau atau manusia. Tenaga ini akan memutar dua silinder. Di tengah silinder itu dimasukkan tebu. Dari pemerasan ini dihasilkan cairan. Cairan ini kemudian dikeringkan dengan dimasak hingga menjadi kental.
Ada tiga kategori gula berdasarkan tingkat keputihannya. Gula kualitas pertama yang paling putih diekspor ke Eropa. Kualitas yang kedua dikirim ke India Barat (yang dimaksud adalah bagian barat India), dan kualitas ketiga atau yang paling coklat dikirim ke Jepang. Di antara produk yang diekspor itulah terdapat permen jahe alias candied ginger.
Kembali ke soal asal usul kembang gula alias permen. Buku kecil dengan tebal 34 halaman milik kolektor asal Semarang, Handoko, berjudul Atoerannnja Membikin Permen (Kembang Goela) karya orang yang bernama Radius yang terbit tahun 1936, bisa sedikit membantu pelacakan soal permen alias kembang gula.
Dari klaim buku tersebut dengan menyebutkan "Boekoe-boekoe dalem bahasa Melajoe jang sanggoep menjokoepi itoe keinginan, toroet taoe kita sampe sekarang belon ada," kita bisa menduga industri kembang gula masih dikuasai kelompok elite yang paham bahasa Belanda. Industri permen belum menjadi industri rumahan. Dengan informasi itu pula, kita menduga teknologi permen dibawa oleh orang Belanda.

Buku kecil ini juga menginformasikan jenis-jenis kembang gula yang ada saat itu, mulai dari bonbon, permen strong pepermunt, grip, permen kenari, permen kopi, permen busa, permen gombal, dan pastiles. Dari buku tersebut juga diketahui, saat itu sudah terjadi kerancuan istilah antara permen dan kembang gula.
Kembali ke permen jahe. Kembang gula ini masih dapat ditemukan di berbagai tempat meski mulai tidak gampang untuk mendapatkannya. Dulu pembungkus kembang gula ini berasal dari kertas minyak. Belakangan kemudian menggunakan plastik tetapi masih sederhana. Sekarang kemasannya berupa kemasan plastik cetakan. Permen jahe juga ditemukan dengan pembungkus bagian dalam seperti agar-agar. Kita bisa memakan pembungkus itu yang terasa lembut.

Kembang gula yang lain yang tergolong tua adalah kembang gula asem. Catatan tentang kembang gula ini masih sangat sedikit. Akan tetapi, keberadaan pohon asem sendiri menarik banyak perhatian para pelancong dari Barat ketika berada di Nusantara. Selain John Joseph Stockdale yang mencatat keberadaan pohon asem itu adalah Albert S Bickmore, pengelana asal Amerika Serikat, dalam buku Travels in The East Indian Archipelago (1868).
Bickmore memang tidak menceritakan soal kembang gula asem itu, tetapi ia bercerita tentang banyaknya pohon asem di pinggir jalan yang digunakan untuk peneduh di sepanjang jalan di Surabaya. Sejumlah jalan di banyak kota, bahkan di Jakarta, masih ditemukan keberadaan pohon asem ini.

Pohon asem yang melimpah itu kemungkinan mengilhami orang untuk membikin kembang gula asem. Hingga sekarang kita masih bisa menemui kembang gula asem ini dari yang tradisional, yaitu gula dicampur asem, kita bisa merasakan kekasaran gulanya, hingga yang sudah berupa kembang gula cetakan.
Permen, benda kecil yang ternyata memiliki catatan sejarah. Pengetahuan mengenai permen bukan hanya mengungkap tentang makanan ringan itu, tetapi juga tentang sebuah gaya hidup.

Jenis rancangan : Kemasan
Jenis produk : Permen
Nama produk : Ting Ting Jahe SINA atau sering disebut Gember Bonbons
Produksi : PT Sindu Amritha Pasuruan - Indonesia
Komposisi : Gula, Maltose, Jahe Tapioka, Margarin


Kecap Manis THG



Jenis rancangan : Kemasan
Jenis produk : Kecap manis
Nama produk : Kecap THG Manis
Nomor daftar legal : 328809
Alamat produk : Bhakti 45 Kudus
Produk ini dijamin halal


Kecap THG Masuki Generasi Kedua
DENTING suara botol beradu mewarnai kesibukan di pabrik kecap ''THG'' Kudus. THG berasal dari nama Tan Hwi Gong, perintis usaha kecap yang kini melegenda itu.
Usaha yang berdiri sejak tahun limapuluhan tersebut, tetap eksis dengan produk kecap manis botolan. Keberadaan usaha keluarga ini tidak sedikit pun terusik, dengan munculnya belasan usaha sejenis di Kota Kretek.
Meski begitu, pasang surut dan pahit manisnya memproduksi kecap dirasakan juga oleh Lany (31), yang merupakan generasi kedua penerus jalannya roda pabrik tersebut.
Usahanya itu bermula dari hanya industri rumah tangga. Almarhum kakeknya, Tan Hwi Gong yang merintis usaha dengan dibantu istri di salah satu bagian bangunan rumahnya.
Sejak awal-awal berdiri sampai sekarang, kemasan maupun varian produk kecapnya tidak banyak berubah. ''THG'' tetap setia memproduksi kecap manis dalam botol kaca kapasitas 600 ml. Uniknya, botol yang telah kosong/habis pakai isinya dikembalikan kepada perusahaan, jadi di pabrik juga ada kegiatan mencuci botol yang telah dipakai.
Entah mengapa, konsumen juga setia untuk mengembalikan botol kecap itu. Bila mereka adalah pembeli eceran, biasanya botol kecap THG akan dikembalikan ke warung tempat mereka membelinya, dan selanjutnya warung itulah yang mengirim kembali ke pabrik kecap bersangkutan.
Tetapi, yang jelas, bila konsumen saat membeli harganya sudah dihitung termasuk harga botol, maka selisih uang botol dikembalikan saat mereka mengembalikan botol berwarna hijau itu.
Hanya saja dalam tahun ini dari pabrik juga meluncurkan kemasan dalam bentuk baru yakni dengan menggunakan botol plastik ukuran 140 ml. ''Ini semata-mata untuk memenuhi permintaan konsumen,'' ujarnya. Terutama para pedagang bakso.
Di pabrik yang terletak di Jalan Bhakti Nomor 45, ibu tiga anak ini mengaku jika pesanan melebihi dari jumlah biasanya, maka dirinya tak segan-segan turun tangan dan ikut membantu berkerja dengan karyawan.
Keterampilannya membuat kecap didapat dari kedua orang tuanya. Ia menggantikan ibunya, Sukinah, yang telah memasuki usia senja. Memang keterampilan tersebut diperoleh secara turun-temurun.
Kedua orang tuanya, mendapat bimbingan langsung dari kakeknya yang merupakan perintis usaha keluarga itu.4
Menurut anak kelima dari enam bersaudara ini, setiap harinya, pabrik seluas 900 m2 itu mampu memproduksi kecap dengan kapasitas 600-an botol. Bahkan pada saat hari raya Lebaran bisa sampai dua kali lipatnya. Namun kondisi ini tidak menentu setiap harinya.


Nama Perusahaan:KECAP THG
Alamat Pabrik:Jl. Bhakti 45
Propinsi:Jawa Tengah
Kabupaten: Kudus
Kecamatan:Kota Kudus
Telp Pabrik:0291-37229
Kontak:Ny. Sukinah
Jabatan:Pemilik
No. KLUI:15493
Uraian:Ind. Kecap
Produk Utama:KECAP MANIS


Sumber: www.suaramerdeka.com/harian/0505/12/eko11.htm/
www.ikah.depperin.go.id/query/p_klui.php?action=list&filter=K

Teh Celup Tjong Tji




The Tong Tji = Teh Tegal
Teh Tong Tji merupakan teh yang tergolong Teh Tegal (biasanya lebih dikenal dengan teh poci; juga teh Slawi) adalah teh khas Tegal, Indonesia. Teh ini aromanya khas dan rasanya agak sepet. Tegal adalah sebuah kata dari bahasa Jawa yang arti harafiahnya adalah "ladang".Teh Poci yaitu teh diseduh dalam poci (cerek kecil) dari tanah liat dan ditambah dengan gula batu dan diminum panas-panas, minuman ini sangat disukai oleh masyarakat Tegal, Slawi, Pemalang, Brebes dan sekitarnya.Ada istilah teh poci "WASGITEL" singkatan dari wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel (kental), yang artinya teh panas, manis, wangi beraroma bunga melati dan berwarna hitam pekat/kental.Teh Poci biasanya menggunakan teh (hijau) melati yang mengeluarkan aroma yang khas, dan biasa disajikan dipagi atau sore / malam hari dengan ditemani makanan kecil. Poci yang digunakan untuk menyeduh teh poci biasanya bagian dalam pocinya tidak pernah dicuci tetapi cukup dibuang sisa tehnya saja. Hal ini dipercaya masyarakat Tegal kerak sisa teh tadi akan menambah cita rasa dan aroma teh poci menjadi semakin enak.Di luar daerah Tegal teh poci dapat dijumpai di warteg (Warung Tegal). Perangkat minum teh poci yang asli adalah poci (cerek kecil) dan cangkir dari tanah liat.Hidangan minuman ini disajikan dengan gula batu dan lebih pas diminum selagi masih hangat agak panas. Gula batu (disebut juga Rock Sugar) adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan.Biasanya ditambahkan ke dalam teh, harum dan manis rasanya.Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat gula batu antara lain panci , gula pasir , benang (kapas atau wol) , penyangga benang , dan Jar (tempat yang terbuat dari kaca).Cara umum membuat gula batu yaitu:Tuangkan air ke dalam panci dan panaskan air hingga mendidih. Kecilkan pemanas, sedikit demi sedikit tambahkan gula, sambil diaduk perlahan-lahan. Matikan pemanas. Sambil diaduk, tambahkan lagi gula, sampai terlihat butiran-butiran gula yang tidak dapat larut dalam air (hal ini berarti: air - jenuh, tidak dapat melarutkan lebih banyak lagi gula). Biarkan hingga dingin. Air panas dapat melarutkan jauh lebih banyak gula, dibandingkan dengan air dingin) , (Hati-hati ! , air gula panas dapat menyebabkan luka bakar yang parah). Setelah dingin, tuangkan ke dalam Jar . Ikatkan benang itu pada penyangga benang, kemudian taruh di atas Jar, sementara benang-nya tercelup (jangan menyentuh dasar atau pinggir Jar). Tunggu hingga kristal gula, mulai kelihatan terbentuk. Semakin luas permukaan Jar, semakin cepat gula mendingin, dan semakin cepat kristal gula terbentuk). Pada benang, akan terlihat kristal gula yang terbentuk dan sedang bertumbuh. Setelah mencapai ukuran seberapa besar kristal gula yang diinginkan, angkat benang, dan keringkan kristal itu. Kebiasaaan minum teh poci atau moci telah menjadi tradisi bagi orang Tegal, ini disebabkan pertumbuhan pabrik-pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang menyebabkan timbulnya tradisi itu. Minum teh menjadi gencar sejak zaman kolonial hingga kini dan sudah menjadi budaya lokal.Budaya minum the juga karena penfaruh dari budaya China atau orang-orang Tionghoa. Bagi orang-orang Tionghoa, minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat mereka.. Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 – 1333) oleh pengikut Zen.Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen.Selama abad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.Meski saat itu belum bisa dibuktikan khasiat teh secara ilmiah, namun masyarakat Tionghoa sudah meyakini teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan buang air seni, menghambat diare, dan sederet kegunaan lainnya.Kabupaten Tegal memang mempunyai banyak perkebunan dan industri teh, baik yang skala besar maupun kecil antara lain PT. Gunung Slamat yang produknya antara lain Teh Cap Poci, Teh Cap Botol, Teh Cap Berko, Teh Cap Terompet, Teh Cap Sepatu, Teh Celup Sosro dan juga pemasok bahan baku untuk PT. Sinar Sosro dengan produknya Teh Botol Sosro, Fruit Tea, dan S-tee serta Tebs. Juga PT. Tunggul Naga yang memproduksi Teh Dua Tang dan Teh Tjatoet, Perusahaan Teh Cap Dua Burung yang memproduksi teh Tong Tji.Untuk memenuhi permintaan pasokan industri teh di Tegal, sebagian bahan baku didatangkan dari Jawa Barat yang memang merupakan sentra produksi teh terbesar di Indonesia. Pasokan daun dari perkebunan teh Jawa Barat ini kemudian diolah pabrik-pabrik di Tegal menjadi beberapa jenis minuman teh. Selain teh wangi melati (jasmine tea), diproduksi juga jenis teh hijau dan teh hitam.Teh Tegal atau sering juga disebut teh Slawi, menjadi istimewa bila diseduh air panas dalam poci gerabah, aromanya menjadi khas disebut Teh Poci disajikan dengan gula batu. Yang membuat rasanya menjadi seperti itu karena ketika teh diseduh air panas, gerabah yang berpori-pori itu bereaksi dengan teh dan menimbulkan aroma yang khas. Sebagian lagi menyukai teh jika disajikan dalam poci keramik atau porselen. Menurut mereka, dalam poci ini, uap teh panas tertahan di dinding keramik yang keras sehingga apapun jenis tehnya, aromanya tak akan rusak.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tegalhttp://id.wikipedia.org/wiki/Gula_Batuhttp://id.wikipedia.org/wiki/Teh_Poci



Tradisi minuman teh memang sudah mendunia. Negeri China yang di percaya sebagai tempat kelahiran tanaman teh dan memiliki varian teh yang begitu banyak.

Dari sekian jenis minuman, teh adalah yang paling banyak di konsumsi masyarakat asia , termasuk indonesia. Dari hasil penelitan ilmiah, teh mampu menghambat pembentukan kanker, mencegah penyakit jantung dan stroke. Minuman alam ini juga terbukti mampu menstimulasi sistem sirkulasi, memperkuat pembuluh darah dan menurunkan kolesterol dalam darah.

Tehpun bisa membantu meningkatkan jumlah sel darah putih saat tubuh melawan infeksi. misalnya, teh hijau yang bisa mencegah flu. Pada seluruh pencernaan, teh membantu melawan racun, penyakit,kolera, tipus dan disentri. Bahkan, teh bisa memperkuat gigi, melawan bakteri di mulut, mencegah terbentuknya plak dan mencegah osteoporosis. Minuman ini juga berkhasiat memperbaiki konsentrasi ketajaman perhatian dan kemampuan memecahkan masalah.

Dalam menikmati sajian teh hangat biasanya yang dipilih adalah jenis teh celup, karena lebih praktis dan ekonomis. Selain memang lebih mudah menyajikannya untuk para tamu yang sedang bertandang ke rumah. Teh yang biasa disajikan Teh Jasmine Tjong Tji.

Rasanya khas dan nikmat serta wangi melati. Terkemas dalam gramasi mungil 9 gram dengan harga satuan eceran Rp.500,00 untuk disajikan dalam 300 cc air mendidih. Menurut Orang tua yang terbiasa menggunakan teh jenis bubuk, Teh Jasmine Tong Tji adalah teh termahal dan ternikmat dari semua jenis teh celup yang pernah ada.

Jenis rancangan : Kemasan
Jenis produk : Teh celup
Nama produk : Teh celup Tjong Tji
Nomor daftar legal : 341211007017
Lembaga berwenang : Dep. Kes. RI. MD

18 Agustus, 2007

Puder Kresno



Jenis rancangan : Kemasan
Jenis produk : Obat-obatan
Nama produk : Puder Pembasmi Kutu Kresno
Nomor daftar legal : 59725
Lembaga berwenang : Departemen Kesehatan RI
Visual yang tampak : Ilustrasi pewayangan dengan latar belakang warna merah berpola, pada tampak belakang terdapat aturan pakai dengan berbagai macam kutu yang dapat dibasmi dengan puder ini.

Kwaci cap Gadjah









Tahukah anda bahwa kwaci merupakan cemilan sehat?
Dia itu sumber vitamin E, asam folat, vitamin B, selenium, magnesium dan tembaga! Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi sel dari radikal bebas untuk memperbaiki struktur DNA yang rusak. Khasiat vitamin E ini masih berderet-deret lagi. Asam folat penting untuk ibu hamil, digunakan untuk pembentukan dan perkembangan sel-sel darah merah dan sel-sel otak pada janin yang mulai terbentuk pada minggu ke 3-4 kehamilan. Selenium, bersama vitamin E, membantu menjaga kesehatan kulit, juga rambut dan mata. Selain itu juga dipercayai dapat meningkatkan detoksifikasi tubuh dan membantu mencegah kanker. Magnesium membantu fungsi saraf dan otot, juga mencegah pengeroposan tulang. Tembaga dibutuhkan untuk pembentukan darah dan tulang, produksi pigmen melanin dari kulit dan rambut, dan pelepasan energi dari makanan.

Ternyata hampir seluruh penduduk dunia menyukai kwaci loh! Berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations pada tahun 2005, terdapat beberapa negara yang memproduksi kwaci ini. Yang terbesar adalah Rusia dengan 6.3 million metric ton, disusul dengan Ukraina, Argentina, China, India, Amerika, Turki, Bulgaria, Afrika Selatan, dan Serbia.

Sayangnya, Indonesia seperti biasa tidak termasuk dalam daftar produsen dunia. Namun rakyat Indonesia telah ikut mengkonsumsi cemilan ini sejak dulu. Salah satu produsen yang masih tetap eksis sampai sekarang yaitu Firma Gadjah yang berdomisili di Semarang. Produk Kwaci cap Gadjah ini masih dapat ditemukan di supermarket terdekat.

Meskipun pabrik kwaci ini masih eksis, namun kami kesulitan memperoleh keterangan mengenai korelasi penggunaan ilustrasi gajah pada produk kwaci dan keterangan yang lebih rinci.


  • Jenis rancangan : Kemasan

  • Jenis produk : Pangan

  • Nama produk : Kwaci cap Gadjah

  • Nama produsen : Firma Gadjah

  • Alamat produk : Semarang

  • Nomor daftar legal : 161192

  • Lembaga berwenang : Departemen Kesehatan RI

  • Nomor hak paten : SP 89/11.04/90